RABAB DALAM "PERTARUNGAN" IDEOLOGI

Foto: Patung tukang rabab

Asmara adalah seniman rabab pasisie yang berhasil merekam cinta, penderitaan dan kebahagiaan secara paripurna dalam kaba (news/berita). Misal Gadih Basanai, Sutan Palembang dan lain-lain. Kaba "kekinian" juga terkabarkan dengan apik olehnya, detail meski sedikit bertele-tele.

Petikan tali rababnya mendayu menusuk relung jantung melalui irama ratap sikambang, dan balagham mengalahkan agitasi dan propaganda apapun. Ia menyelematkan perasaan orang Minang Kabau dimasa penjajah. Ia ikut menjaga adat dan agama saat pertentangan dan pertarungan ideologi bergolak dalam nagari dan negara.

Asmara membuat orang kampung kenyang meski krisis moneter melumat negara tahun 1997-1998 lalu. Ia menyampaikan apa yang tidak mungkin tersampaikan, mulutnya bertuah dan gesekan rababnya penyambung suara orang tertindas dan penuh penderitaan. Dan biarkan rabab yang menyampaikan.

Ketika rabab menyampaikan, sulit penguasa memberedel karena pesannya bersembunyi lalu menyelinap diantara gesekan tali satu, dua, tiga dan empat. Memberedel rabab, berkemungkinan sama sulitnya dengan memberedel "Karawang dan Bekasi" buatan Chairil Anwar yang liat dan licin itu. Mungkin setengah juta lebih orang di kampung kami sudah terbius gesekan tumpukan kecil rambut ekor kuda di atas senar empat lembar.

Samsu salah seorang anak nelayan pada usia balita diayun di pohon jambu dan terlelap alunan ratap sikambang yang dilantunkan Asmara. Penderitaan keluarga Samsu sama benar dengan kaba yang dibawakan Asmara. Hidup nan pahit tidak berkesudahan.

Setelah besar, Samsu merentangkan sayap dan terbang melampaui mimpi tukang rabab yang hanya bisa "berkaba" sebatas perjalanan lakon dari Ranah Pasisie dan Tanah Melayu. Sebuah latar yang ideal untuk orang kampung.

Dengan sayapnya Samsu malah membuat rute baru yakni ke Tiongkok dan ke Rusia. Setelah itu ada "kaba" Samsu ke Paman Sam dan lama juga di Timur Tengah. Ini merupakan rute perjalanan lakon yang jauh dari patut."Dendang" kehidupan Samsu sudah makin lengkap di tanah rantau.

Asmara menggigil membuat kaba tentang Samsu dengan alasan negeri yang ditempuh Samsu tidak sesuai lanskap dan frame kaba. Samsu dituduh sudah ternoda dan antek kapitalis, kadang dituduh pula ke kirian. Tuduhan terhadapnya baru reda saat peruntungan Samsu ada di Timur Tengah.

Perjalanan Samsu ini tidak sejalan dengan harapan umum tukang kaba dan gesekan biola Asmara. Juga sangat tidak sejalan dengan ideologi beradat beragama. Asmara tidak ingin gesekan tali biolanya disebut "kafir" dan mengingkari sumpah leluhur oleh penikmat rabab. Sulit bagi Asmara untuk kembali ke jalan yang benar bila cap rabab "murtad" sudah tertempel.

Asmara tetap teguh mempertahankan latar belakang yang wajar dan patut dalam setiap kaba yang dibawakannya. Bahkan dia tidak mau mencampur - adukkan suara biolanya dengan KN 7000. Asmara punya keyakinan Rabab adalah dunia merdeka yang tegak sendiri dan tidak patut satu pentas dengan Gun,s Roses.

Di Bukit Putus Kota Painan, dari arah Padang saya melihat "Asmara" yang sedang bersila bukanlah sekedar patung orang sedang menggesek rabab saja, tapi lebih dari itu. Ada pesan yang ditawarkan Asmara bahwa ketika nagari "galomat" dan chaos, lalu pintu surau bersegel dan pengeras suara putus, para buya diintip dan di "bungkam", maka Asmara akan tampil menjadi tukang kirim kabar yang lihai.
 
(Haridman, Amping Parak Awal Januari 2020. Ditulis di pojok ruangan Sekretariat Pokmaswas Laskar Turtle Camp) 

TENTANG PENULIS:

-Tahun 2005-2017 merupakan Wartawan pada Harian Umum Haluan Padang

-Tahun 2010-2012 sempat menjadi Pimpinan Redaksi Tabloid Gelora Pesisir. Media cetak ini beredar di Kabupaten Pesisir Selatan.

-Kini melanjutkan kebiasaan menulis dengan mengelola sendiri blog yang diberinama haridman.blogspot.com. Kemudian mengelola akun youtube dengan nama Haridman Channel.

-Penulis sangat tertarik pada isu lingkungan, isu sosial, sejarah, budaya dan pemberdayaan masyarakat.

-Saat ini menjadi Chairman of Amping Parak Turtle Camp. Sebuah lembaga nirlaba yang bergerak dibidang penyelamatan penyu dan hewan-hewan yang dilindungi di laut.


-Narasumber di berbagai forum pada kegiatan pengurangan risiko bencana dan konservasi penyu baik lokal, nasional dan internasional.
 
-Kemudian saat tulisan ini turun penulis bekerja sebagai petani sawit dengan harga TBS yang tidak berketentuan. 

Comments

Popular posts from this blog

GOSONG NAMBI NAN EKSOTIK : SURGA BAWAH LAUT NAN TERSEMBUNYI

LASKAR TURTLE CAMP KEMBALI TERIMA PENGHARGAAN DARI GUBERNUR SUMBAR

MENGENAL LEBIH DEKAT NAGARI AMPING PARAK DAN KONSERVASI PENYU