LTC SELAMATKAN 81 SARANG PENYU TAHUN 2019
AMPING PARAK, LTC-Selama tahun 2019, POKMASWAS Laskar Turtle Camp (LTC) berhasil menyelamatkan 81 sarang telur penyu, dengan jumlah telur penyu pada masing - masing sarang 120 butir dengan persentase menetas sekitar 80 persen.
Berdasarkan formulir pencatatan LTC, selain 81 sarang berisi telur penyu, petugas patroli pantai LTC juga mencatat total jumlah tracking atau jejak penyu sebanyak 175 dengan berbagai ukuran. "Itu artinya, jumlah penyu yang mendarat di Pantai Penyu Amping Parak cukup tinggi," kata Novendra Divisi Perlindungan Penyu LTC Sabtu (5/1/2020).
Foto : Merelokasi telur penyu
Sementara terkait jenis penyu, kawasan Pantai Penyu Amping Parak didominasi oleh penyu jenis lekang dan jenis sisik serta hijau jumlahnya sedikit. Petugas yang patroli sering menemukan penyu sedang bertelur pada malam hari, terutama saat air pasang tinggi, hal ini memudahkan penyu mendarat.
Foto : Patroli dan pendataan penyu Pokmaswas LTC
Foto : Tracking penyu
Menurut Novendra, seluruh telur penyu di relokasi ke tempat penetasan LTC. "LTC punya dua tempat penetasan, pertama penetasan semi alami dan yang kedua penetasan yang dibuat dari fiber," katanya menjelaskan.
Foto : Penetasan penyu semi alami
Alasan relokasi telur penyu menurutnya adalah supaya telur penyu tidak dimangsa oleh predator misalnya anjing, biawak atau yang lainnya. Lama pengeraman telur sekitar 45-50 hari pada penetasan semi alami dan di atas 590 hari pada penetasan fiber.
Foto : Penetasan penyu dengan fiber
"Setelah menetas kami kemudian kami rilis ke alam liar. Waktu terbaik merilis penyu adalah disore hari. Dan kami tidak melakukan perawatan terlebih dahulu, sebab dengan perawatan insting liar penyu akan hilang," katanya.
Foto : Tukik jenis lekang baru menetas
Sementara itu ahli penyu dari Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta Harfiandri Damanhuri menyebutkan, anak penyu atau tukik memang tidak disarankan untuk di pelihara.
Foto : Tukik sedang proses keluar dari dalam telur di Konservasi Penyu Amping Parak
"Setelah menetas langsung lepas, dan saat melepas harus satu sarang. Tukik akan punya energi berenang secara terus menerus selama tujuh jam sehingga ada peluang untuk menghindari predator," ungkapnya.
Foto : Bupati Pesisir Selatan melepas tukik yang sudah menetas di Konservasi Penyu Amping Parak
(LAPORAN : HARIDMAN-LASKAR TURTLE CAMP)





Comments
Post a Comment